Pertunjukan

thumbnail untuk pertunjukan revolusi musik bambu 1 di teater tertutup taman budaya jawa barat, 17 april 2014.

In Between Silent RMB 1

In Between Silent adalah sebuah komposisi kolaboratif Irwansyah Harahap (gambus) dari Medan dan Mamat Rahmat Rupiandi (kacapi siter) dari Bandung. Komposisinya berbasis atau bermula dari improvisasi yang disusun oleh kedua musisi beberapa hari menjelang pertunjukan. Revolusi Musik Bambu 1 (RMB-1) adalah sebuah pertunjukan yang sebagian besar menampilkan alat-alat musik bambu (baru, tidak konvensional) buatan Bengkel

In Between Silent RMB 1 Read More »

thumbnail untuk pertunjukan revolusi musik bambu 1 di teater tertutup taman budaya jawa barat, 17 april 2014.

Playing Gambus

Playing Gambus adalah sebuah komposisi instrumental ciptaan Irwansyah Harahap, pimpinan dan komposer grup musik Suarasama dari Medan. Dalam pertunjukan Revolusi Musik Bambu Satu (RMB-1), Irwansyah memainkan gambus yang khusus, yang terbuat dari bambu dan kulit sapi buatan Endo Suanda di Bengkel Alat Musik Lembaga Pendidikan Seni Nusantara (BAMB-LPSN tahun 2011). Permainan gambus Irwansyah dibarengi oleh

Playing Gambus Read More »

tepak dua & kendor kulon kendang pencak bambu 202111102 tn

Tepak Dua & Kendor Kulon – Kendang Pencak Bambu

Kendang pencak adalah perangkat (ensambel) khusus untuk mengiringi ibing (tari) pencak Sunda, yang terdiri dari 2 set kendang, tarompét, dan goong—ada juga yang perangkatnya ditambah dengan ketuk dan kecrék. Kedua set kendang, yang masing-masing terdiri dari 1 kendang besar dan 2 kendang kecil, bentuknya tidak terlalu berbeda dengan kendang Sunda pada umumnya, tetapi setelan (tuning)

Tepak Dua & Kendor Kulon – Kendang Pencak Bambu Read More »

pasieup pelog mamat suara kcp ind 5 20230522 hr tn

Pasieup Pelog Rahmat Rupiandi

Pasieup adalah adalah teknik petikan kacapi dalam “irama bebas” (tidak bermeter atau berketukan), dan umumnya dilakukan dengan “bebas” pula (improvisasi). Sieup dalam bahasa Sunda secara harafiah berarti “pantas,” “serasi,” atau “indah.” Sebagian pasieup dimainkan untuk mencari atau menimbulkan melodi atau susunan nada-nada sehingga dirasa tepat (laras) oleh pemainnya, semacam senadung yang “dinyanyikan” oleh jarinya. Sebagian

Pasieup Pelog Rahmat Rupiandi Read More »

Scroll to Top